KISAH NYATA ESTERINA

July 15, 2007 at 9:10 pm | Posted in Sharing On-line Sahabat CISC | 2 Comments

Sulitnya menerima kenyataan membuat kita lari dari kenyataan. Bukannya menyelesaikan masalah, malah akan menambah masalah baru. Hal ini saya alami beberapa tahun yang lalu sewaktu saya merasakan ada sesuatu yang aneh pada tubuh saya. Serasa ada yang mengganjal dalam payudara kanan saya. Saya sempat panik dan sempat salah langkah. Bukannya lari ke ahli medis malah berusaha menangani sendiri dan akhirnya terperangkap kepengobatan alternatip. Selama hampir 5 (lima) tahun saya berkelana ke beberapa pengobatan alternatip, dari tusuk jarum, obat godokan sampai pijat refleksi. Dan tidak sedikit BIAYA yang saya keluarkan. Benjolan yang ada di payudara kanan saya bukannya hilang, malah semakin besar dan semakin keras. Memang selama menjalani pengobatan alternatip tubuh saya segar bugar. Itu yang membuat saya semakin mantap meneruskan pengobatan. Saya yakin kok tubuh saya semakin sehat dan saya ini tidak apa-apa.

Yah dasarnya juga orang awam tidak mengerti tentang penyakit dan juga TIDAK MAU TAHU tentang penyakit, saya sama sekali tidak menghiraukan benjolan tersebut. Saya tidak pernah melakukan USG, Mamography, test darah, dan pemeriksaan medis lainnya untuk mengetahui lebih lanjut benjolan itu berupa apa. Memang dalam hati kecil saya ada kekuatiran jangan-jangan hal itu berbahaya. Karena ketakutan yang berlebihan saya berusaha menganggap itu bukan apa-apa. Tepatnya saya berusaha TIDAK MENERIMA KENYATAAN bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh saya. Saya berusaha lari dari kenyataan. Hanya karena anugerah Tuhan akhirnya saya disadarkan bahwa pengobatan yang saya jalani selama ini kurang tepat.

Akhirnya saya beralih ke para ahli medis KANKER. Lagi-lagi karena belas kasihan Tuhan kepada saya, saya jalani semua pemeriksaan medis dan hasilnya cukup menggembirakan bagi saya. Saya masih mampu bertahan di stadium yang lumayan sehingga tidak begitu sulit untuk mengobatinya. Saya dioperasi, diradiasi dan dikemoterapi pada tahun 2001. Biaya pengobatan yang saya keluarkanpun lumayan tapi jauh lebih kecil dibandingkan biaya selama saya menjalani pengobatan alternatip. Yah begitulah BODOHnya saya sehingga harus mengeluarkan biaya pengobatan yang sangat besar. Karena sudah berputar-putar dulu. Seperti orang naik taksi, dari Blok M mau ke Pasar Baru, tapi berputar-putar dulu ke Puncak, Sukabumi, sehingga biaya taksi membengkak dan membuang-buang waktu. Tapi kalau hal ini kan tidak menyangkut NYAWA.

Nah bagi teman-teman yang mungkin merasakan ada sesuatu yang aneh di payudara, jangan segan-segan mendatangi ahli medis terutama para ahli ONKOLOGY. Tidak selalu benjolah harus dioperasi. Pasti dipantau dulu dan diperiksa secara teliti. Bisa cukup hanya diberikan obat, disedot atau lainnya. Yang penting kita JANGAN PANIK dan JANGAN TAKUT dan malah salah mengambil langkah. Sayang kan NYAWA kita hanya satu dan kita kan tidak punya nyawa cadangan.Kontributor: Esterina Sutiono

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Yha kanker memang bisa membuat kita panik dan membuat keputusan yang merugikan. Syukurlah, akhirnya tetap survive hingga saat ini… Banyak juga lho teman teman di CISC yang mampu bertahan hidup puluhan tahun. Bu Prapti, Bu Bin, Yeye, Bu Lani dll. (YD)

  2. Senang rasanya bisa baca cerita, membangkitkan semangat saya untuk tetap tabah menemani mama saya yg akan memulai proses kemo dan operasinya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: