Kisah Bu Bintarti

October 31, 2007 at 5:05 pm | Posted in Sharing On-line Sahabat CISC | 1 Comment

Tahun 1987 benjolan sebesar kelereng di ketiak kiriku dioperasi dan ternyata hanya tumor jinak. Hampir sepuluh tahun kemudian ada tiga benjolan panjang sebesar tiga jari tangan di payudara kiri samping. Sewaktu teraba yang terpikir olehku mungkin radang akibat operasi dulu.

Aku mencoba pengobatan alternatif selama setahun tapi benjolan tak kunjung hilang bahkan payudara kiri terasa sakit, putingnya malah masuk ke dalam serta mengeluarkan cairan tapi tidak bau. Dari pemeriksaan Mammografi, USG dan biopsi dan hasil tes lab aku dinyatakan terkena kanker payudara stadium 3B yang harus segera diangkat. Mendengar vonis demikian aku sangat ketakutan seolah-oleh kematianku sudah di depan mata.

Tak henti-hentinya aku berdoa pada yang Maha Kuasa untuk memperpanjang umurku, memberikan kesempatan padaku untuk membesarkan anak-anakku karena aku masih dibutuhkan oleh mereka. Akhirnya Allah yang maha pendengar dan penyayang mengabulkan permohonanku. Berkat dukungan keluarga terutama suami, anak-anak, dan teman-teman, aku tambah percaya diri bahwa aku pasti sembuh dan harus hidup terus. Peranan dokterpun sangat mendukung semangatku untuk menggapai kesembuhan.

Mastektomi, radiasi 35x dan kemo 12x kujalani dan untuk menjaga kondisi tubuh aku rajin minum jus seperti wortel, biet, apel, brokoli dll. Rasa mual dan rambut rontok tidak kuhiraukan. Kalau mau kemo aku berkhayal seolah-olah mau pergi ke restoran atau kafe dan makan yang enak-enak. Walaupun kepala botak, aku tidak malu. Aku pakai jilbab yang agak modis bak peragawati. Dengan demikian kemoku berjalan mulus.

Untuk menambah wawasanku aku menjadi anggota CISC (Cancer Information and Support Center). Di sini aku begitu bahagia, aku bisa ketemu teman-teman senasib dan sependeritaan, mereka saling mensupport dan sharing. Melalui wadah ini aku bisa mengikuti seminar-seminar sehingga pengetahuanku bertambah, aku jadi tahu gejala macam-macam penyakit kanker dan pencegahannya secara dini.

Secara medis aku dapat dikatakan sembuh sejak operasi sampai sekarang sudah 10 tahun lebih. Maka dari itu kawan-kawanku, sahabat-sahabatku senasib sependeritaan jangan pernah putus asa, jangan bersedih, mari kita songsong hari esok dengan optimis sambil berdoa, percayalah Tuhan maha adil dan bijaksana serta sayang pada umatNya. Marilah kita jalani hidup ini dengan bersosialisasi sambil beramal dan berbuat kebaikan. Melalui wadah support group kanker, marilah kita bantu memompa semangat rekan-rekan kita yang sedang menjalani terapi pengobatan. Insya Allah di sisa hidup ini kita masih bisa menjadi manusia yang berguna. Percayalah Tuhan mengabulkan permohonan kita. Dan ingat jangan lupa kontrol ke dokter, ikuti petunjuk dokter dengan benar.

Kontributor: Sri Bintarti

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Saya ingin berkenalan dengan Ibu Bintarti. Saya pernah melihat Ibu di Ambang Fajar SCTV juga. Dan kalau boleh ingin tahu alamat dan telp yang bisa dihubungi karena saya sedang membutuhkan support untuk adik ipar saya yang terkena kanker payudara tapi tidak mau dibawa ke medis.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: