CINTA KELUARGA

November 1, 2007 at 9:48 pm | Posted in Sharing On-line Sahabat CISC | Leave a comment
Tags:

Pentingnya Arti Keluarga.
Ini cerita pengalaman saya sehabis HariRaya1428H kemarin.Sehabis pulang mudik,pembantu belum datang maka sambil beres-beres rumah saya setel TV. Kebetulan Trans TV sedang meliput kegiatan di RS DurenSawit. Pembawa acara sedang mengulas masalah peningkatan pasien depresi di DKI pada saat Lebaran tahun ini.S epintas saya dengar ada pasien yg dimasukkan ke RS tsb pada malam Takbir karena depresi. Menurut keterangan yg mengantar dia seorang cleaning service sebuah kantor,dan dia seorang istri kedua.Ternyata dia salah satu cleaning service kantor saya. Maka seminggu yg lalu setelah boleh ditengok saya sempatkan untuk menjenguknya.Di RS itu saya dimasukkan kedalam satu ruangan yg berisi 5 kamar tidur. Di tengah ada meja dan kursi tempat mereka dan tamunya bincang-bincang,d engan pembatas kaca suster dan seorang satpam mengawasi dari luar.Setelah saya bicara dengan yg saya jenguk ternyata dia memang ada masalah keluarga (disamping masalah ekonomi) yaitu suaminya sudah lama tidak ke rumahnya. Setelah saya mau pamit pulang tiba-tiba ada yg teriak:Ibu apakah Ibu mau mengaku saya sbg anak Ibu? Saya sudah gak punya orang tua. Setelah saya tanya suster yg jaga memang dia itu anak dari sebuah panti di JKT.Setelah saya bilang iya dia bilang mau kerumah saya bila pulang dari RS nanti karena dia gak punya orang tua lagi. Setelah saya jelaskan bahwa nanti dia akan dijemput dan dibawa pulang ke panti bila sudah sembuh kemudian saya berikan uang untuk dia beli sesuatu yg dia butuhkan. Tapi apa jawabnya? Ibu saya tidak perlu uang, saya tidak mau uang saya maunya orang tua. Aduh sedih sekali hati saya, sebegitu kuat keinginannya untuk mempunyai orang tua, dia rupanya depresi karena kerinduannya yg amat sangat akan memiliki sebuah keluarga. Belum selesai menangani anak remaja tadi tiba-tiba mendekat seorang ibu paruh baya yang teriak: Ibu, saya hanya ambil segenggam beras dari warung untuk makan anak saya, tapi saya dibawa polisi kesini. Ibu saya ingin pulang. Saya mau pulang ke keluarga saya di Parung. Aduh betapa Ibu ini sangat merindukan keluarganya, jadi dia sebenarnya depresi karena ingin menghidupi anak-anaknya tapi keterbatasannya membuat dia seperti itu.
Naah Teman-teman semua berbahagialah kita masih memiliki keluarga yang bahagia, dan juga keluarga besar kita “survivor breast cancer”, dan juga keluarga besar CISC. Salam dari Supraptini.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: