Perjalanan Cinta Bersama Kanker

August 18, 2009 at 2:12 pm | Posted in 1 | 19 Comments

Tidak mudah untuk mengubah sebuah paradigma yang terlanjur berkembang dan mendarah daging di masyarakat tentang sebuah penyakit yang mematikan. Hingga kini kanker masih berstempel ”Nyanyian kematian”. Tapi tidak ada salahnya jika kita mencoba untuk memandangnya dari kacamata yang berbeda. Dari sudut pandang yang tidak sama. Dari sebuah keinginan untuk memaknai sesuatu dengan hal yang positif. Karena alasan itulah saya memandang perlu perjalanan melewati kanker dilihat dari perspektif yang berbeda.

Perjalanan Cinta. Mencintai dan dicintai. Mencintai membutuhkan sesuatu yang ekstra, perhatian yang lebih dan  sesuatu yang berbeda. Ada pengorbanan, kecewa, sakit hati, cemburu, bahkan membuat kita seringkali menjadi posesif, patah hati dan kehilangan. Begitu besar dan luas makna cinta yang saya mengerti. Mengapa kita dicintai? Karena ada sesuatu yang berbeda. Karena ada daya tarik yang memikat atau bisa jadi karena ada kelebihan dalam diri kita yang membuat pihak lain diluar diri kita yang menjadikan kita dicintai.

Perjalanan seseorang dengan kanker pun demikian. Bukan berarti kita harus mencintai penyakit kanker, TIDAK.

Pelajaran berharga yang saya dapat di CISC, saya memiliki keyakinan kanker dapat disembuhkan dengan cinta dan kasih. Dengan kemesraan dan pengharapan yang tinggi pada Tuhan. Dengan kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang selalu ditaburi rasa syukur. Dengan perjuangan yang sepenuh hati. Dengan kehati-hatian dan toleransi yang besar. Dengan melepaskan ego dan merendahkan diri. Dengan mengalah tanpa harus merasa kalah. Dengan kerelaan hati tanpa paksaan. Ini bukan sekedar testimonial yang berpredikat omong kosong, bukan juga fakta yang harus diuji secara klinis, melainkan nyata adanya, yang kita begitu bodoh jika mengingkarinya.

Penyintas kanker sangat terbantu jika dokter/terapisnya melayani dengan kasih sayang. Pasien pun mau belajar mengerti penyakitnya dan berani mengingatkan serta berdiskusi secara bijak kepada dokternya tanpa harus menyerahkan diri tanpa tahu konsekwensi atas tindakan dokter/terapis untuk dirinya. Keluarganya menaburkan benih cinta dalam setiap waktu yang terlewati….semuanya akan menjadi indah dan damai…..itu yang seharusnya. Bukan dan tidak menyembuhkan sambil berkejaran dengan waktu dan prediksi-prediksi hari kematian tanpa memaknai setiap waktu yang bergulir dengan sesuatu yang indah dan penuh arti. TIDAK.

Perjalanan cinta saya dengan kanker pun sangat indah…dan kali ini akan berlanjut ke sebuah kota istimewa yang lagunya melegenda….”…Pulang ke kotamu, ada setangkep haru dalam rindu, masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat………” Iya, itulah lagu top hits-nya Kla Project ”Yogyakarta”. Ada banyak pertanyaan yang menghujani saya tentang keputusan ini, terutama teman-teman di CISC yang begitu dekat di hati saya. Tidak sebatas pertanyaan mereka sebenarnya, tetapi hati kecil saya pun bertanya. Mengapa?  Saya memilih judul ”Perjalanan Cinta”, karena saya yakin dimana saya singgah hanyalah sebuah halte pemberhentian sesaat. Cilacap (tempat saya dilahirkan) – Yogyakarta (saya menempuh pendidikan sejak SMA hingga selesai S1) – Jakarta (saya merintis karir sebagai lawyer, menikah, memiliki anak, dan menemukan CISC) -……dan kembali ke Yogyakarta. Setelahnya apakah harus ke Jakarta lagi atau tidak, atau mungkin ke kota lainnya, biar Tuhan yang mengatur.

Yogyakarta begitu berkesan buat saya dan keluarga, karena saya dan Iwan sama-sama menikmati masa remaja hingga kami dewasa di sana. Yogyakarta penuh dengan cerita indah bagi kami sekeluarga. Itulah alasan kuat yang mengalahkan banyak pertimbangan yang lain. Yang pasti, saya meyakini bahwa perjalanan ini adalah kehendak Tuhan, di mana keputusan yang saya ambil dengan segala konsekwensinya saya lakukan secara sadar, insya Allah tidak akan ada penyesalan.

 Perjalanan menuju Yogyakarta mengharuskan saya meminta ijin dengan segala hormat kepada teman-teman CISC untuk tetap melangkahkan kaki sebelah saya dengan nama CISC seperti yang sudah saya lakukan selama ini di Jakarta. Di sela-sela waktu yang saya miliki, ijinkan saya membawa nama CISC untuk mendengarkan, berbagi cerita, cinta dan kasih sayang serta berbagi informasi dengan teman-teman penyintas kanker di Yogyakarta. Informasi kanker yang begitu cepat dapat di akses di Ibu kota Jakarta, saya yakini akan sangat bermanfaat jika sampai ke daerah.   

 Bersama dengan tulisan ini, saya juga menghaturkan maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan, kekeliruan, perbedaan pendapat, dan segala hal yang tidak menyenangkan yang telah saya lakukan selama bergabung di CISC. Terima kasih yang sebanyak-banyaknya untuk kepercayaan yang di berikan pada saya & keluarga dalam menambah warna CISC. Terima kasih untuk persahabatan & ikatan persaudaraan yang sangat kuat di antara kita. Hanya Tuhan yang akan membalas.

Aniroh

19 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Hi An, tulisanmu sangat menyentuh itu yang menjadi ciri khas darimu yang selalu kurindu.
    walau berat rasa hati melepasmu kembali ke Jogya, tapi apa mau dikata.
    aku berharap kita akan selalu tetap bersama, toh Jogya – Jkt masih bisa sering ketemu ya. tetap berkarya, tebarkan semangat CISC untuk sahabat-sahabat kita di Jogya. wah kalau aku pulkam, bisa mampir deh. bagaimana kalau kita ketemuan halal bihalal sekaligus buka support group di jogja ya, pasti asyik deh. aku akan selalu kangen, Awan jagain bunda ya, kalau bunda malas makan atau minum jus bilang bude ya. good luck & GBU all.
    salam hangat, sri & kids

  2. Menulis, menulis dan terus menulis. Membaca-membaca dan terus membaca. Itu sudah bawaan lahirku Mba Sri ha-ha-ha….plus NGEYEL & PROTES MELULU ha-ha-ha jangan-jangan CISC Yogya nanti isinya tulisan melulu ha-ha-ha….Gendeng nggak mari-mari ha-ha-ha. Ayok kita arrange “lebaran” di Yogya. Mba Yuni ke Bali tuh..parah nggak ngajak kita-kita ha-ha-ha…kemarin aku dapat kontak Mba Jane Sonora…bisa On Air juga kita di Yogya dengan kolega mereka….ha-ha-ha NARSIS. Kelakuan….opo mangan Soto Soleh / Kadipiro aja
    So….ijinkan kontak Rumah Singgah jangan diganti nomer ya….aku pasti sedih hik. Sebenarnya kita di sini juga jarang ketemu, tapi itulah CISC………kecanduan ha-ha-ha

  3. An, dah ditunggu di Jogja tuh untuk ber hahaha hihihi memang mbah surip hahaha. Jogja – Jakarta ataupun dimana saja sama saja, kita tetap bisa saling menyapa n tetap dekat dihati, ya toh jadi jangan sedih. kapan sih pastinya hijrah ke Jogja ? aku dah kangen, bisa ga ketemuan di SG Mitra jumat ini tgl 28/8 sekalian buka bersama tema SG “dg pilihan gizi seimbang, tetap fit dibulan puasa” nara sumber dr Gracia.
    eh mbak Yuni ajakin kita ikutan ke Bali, tapi opo arep dipecat jadi anak hahaha… pingin tapi lain kali wae yo, kita rame-rame temu kangen CISC ke bali..ato di jogja..? pasti seru dech. An teman-teman belum tahu lho klo An mo ke jogja, pasti pada sedih dech… nanti kuumumin di Mitra ya… sebenarnya aku juga sedih hikhik… yen arep ketemu mesti ke jogja,… yach rumah singgah piye jadi kehilangan juga ga bisa sering lihat wajahmu… walau elek ning ngangeni hahaha…ga dech justru malah cuantik ditambah lagi diwajahmu terpancar kedamaian penuh keramahan…okey An jangan sedih jalani saja, justru kalau jauh terasa kangennya, selamat berlayar ya. ohya pak Medi tgl 27 berngkat lagi ke Fuda timbul lagi benjolan di kepala, kita saling doa ya

  4. Hiiii………aku dah di Yogya
    Indahnya pagiku….
    bersama angin sejuk menatap megahnya merapi……
    ha-ha-ha kumat. Ayooooook pada nyusul ke Yogya. Mba Emy pastinya udah paling sirik. Ha-ha-ha

    Pak Medi & Mba Ani…….kalian, LUAR BIASA.

  5. hahaha cisc-er pada berpikir untuk “back to nature” muleh ndeso? lha aku pulang kemana?

    YD

    • ditunggu di uc resto ugm, jumat 28 agt jam 17.00 (menjelang buka puasa). pertemuan kedua jogja ca survivors and friends. ayo datang, bawa teman.

  6. @Dear Anna…
    Thx undangannya??! Kalau boleh tahu, agendanya apa? Contact person-nya siapa? Contact Numbernya berapa? Silahkan jika tidak keberatan hubungi saya di 08129926719, mengingat di rumah kami masih belum bisa internet online.

    @Mba Sri……
    Jadi lebaran kita ketemu di mana nih? Pesta jus organik ala Awan, ha-ha-ha-ha

    @Mba Yuniko
    Mulih Yogya yo enak ha-ha-ha….tadi dah ngobrol sesama penyintas di kebun organik ha-ha-ha asyik juga nongkrong seharian di sana. Kemarin Pak Andre & Ibu sudah ke rumah and ada titipan buat rumah singgah.

    @Emmy & Jane Marry….
    Bukan maksud hati mengejutkan, tapi karena I LOVE U FULL….nggak sampai hati pamitan ha-ha-ha alasan.

  7. malam mbak, mbak ada teman saya yang sembuh dari kanker payudara stadium IV. dia konsumsi typhonium plus. mbak tolong publish message ini yah, sehingga yang lain juga bisa sembuh. karena saya tau feeling seorang penderita kanker.
    terima kasih

    • ===>tuong kie: terima kasih atas sharing nya. Silakan share tulisan lengkap ttg pengalaman teman Anda dan kirim melalui email ke cancerclubcisc@gmail.com. Pembaca akan sangat berterima kasih kalau disebutkan kronologis perjalanan penyakit termasuk jenis kanker, usia, gejala, cara diagnostik (USG/mamogram/biopsi/operasi), terapi medis, termasuk hasil pemeriksaan patologi anatomi.

      Salam CISC

  8. ani, itulah keajaiban cinta…🙂
    enaknya jogja… aku dulu 5 thn di sana.

  9. Ani….
    Aku sangat percaya dimanapun kamu berada tetap “the best”. Kekerasan hati dan kegigihanmu luar biasa! Aku percaya…
    Btw, aku akan kangen tentu Ni….baca tulisanmu di majalah DianA Dharmais, Kamu memang…..sahabat semua orang. Aku yakin kamu akan sehat selalu dan berkarya selalu di mana pun. Aku pengagum kekerasan hatimu Nduk….salam dari Abang dan ponakan-ponakanmu

  10. @Hiii..Mbakyu Sima…
    Keajaiban Cinta selalu ajaib ha-ha-ha…

    @Dessy…aku juga pengagum beratmu sebagai sahabat yang mengerti aku…ha-ha-ha….bilangin Abang untuk stop rokok ya!!! Baca ya ini http://rumahkanker.com/index.php?option=com_content&view=article&id=62:cintaku-pada-rokok-berbuah-kanker-paru-dan-kanker-usus-&catid=39:profil-pejuang&Itemid=99
    Much love untuk ponakan2ku yang heboh….
    Ani

  11. salam kenal.
    saya punya sedikit pengalaman, kunjungi :
    http://ocekojiro.wordpress.com/
    trims

  12. salam cinta…😀

  13. Arin….
    Kita tahu lho salam cintamu untuk lelaki itu….ha-ha-ha dan kita tunggu janjimu untuk jadi relawan CISC Yogya ya….juga Asma,ok? Sepulang kalian dari Lombok kita rumpi lagi….

  14. Sdri. Siti Aniroh…
    Tulisan yang bagus, saya membaca juga buku yang anda tulis. Karya yang indah. Desain sampulnya memikat. Anda menulis dengan hati dan kejujuran. Idealismenya tertulis dan terbaca dengan tegas. Saya yakin karya-karya anda akan mendunia. Teruslah berkarya dengan cinta yang tulus. Saya salah satu pengagum anda. CISC sangat beruntung memiliki anda.

  15. Asslmkm Wr Wb.
    Mbak Anik… ada sebuah pertanyaan nich. beberapa waktu lalu aq googling ketemu banyak bloq maupun situs yang menyebutkan bahwa Sirsak (Graviola) adalah pembunuh sel kanker 10.000 kali lipat lebih ampuh dari pada kemoterapi. Bener gak sih semua thread2 tersebut? atau hanya hoak aja.
    Salam sehat selalu buat mbak Ani sekeluarga, dari Om-nya Agus dari Klaten.

    • Weleh yang terakhir salah ketik. Salam juag buat ponakanku Awan dari Om-nya Agus di Klaten. he he he..
      Wasalammu’alaikum Wr. Wb.

  16. http://malpas-sustainable-design.Com/

    Perjalanan Cinta Bersama Kanker | Cancer Information & Support Center


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: