**EXPECT FOR THE BEST & BE PREPARED FOR THE WORST**

September 5, 2009 at 8:49 am | Posted in KIRIM ARTIKEL | 3 Comments

rmh singgah 02 smallAku pasti bisa sembuh. Karena itu aku akan terus berjuang untuk sembuh. Semangat seperti itu mutlak diperlukan penyintas kanker. Tak peduli jenis kanker, keganasan, stadium dan kondisi lainnya. AKU AKAN SEMBUH. Kalaupun kanker di tubuhku masih bandel dan betah ngendon, paling tidak aku akan bisa bertahan hidup selama mungkin. Motivasi, keyakinan dan pengharapan positif sangat menunjang keberhasilan proses pengobatan kanker. Ketika aku semangat, maka aku menjalani terapi dan kehidupan lebih rileks, ceria dan bersedia melewati rintangan yang terkadang sulit. Aku tidak ingin menjadi ’landak’ yang menyenggolkan duri-duri tajam pada orang lain di sekitarku. Ketika aku memiliki keyakinan dan pengharapan positif, maka orang akan memandangku seperti pohon melati indah yang hidup dan wangi. Bahkan ketika ada sebagian orang menyorotkan sinar kasihan dan ketiadaan harapan dari matanya melihat kondisiku yang sudah stadium empat, aku tetap mempertahankan semangat dan pengharapan positifku. Linangan air mata yang coba disembunyikannya lagi-lagi mampu membangkitkan semangatku yang hampir rontok. Aku pasti kuat bertahan. Tentunya semangat seperti inilah yang ingin dimiliki para penyintas kanker. Hidup hanyalah pengembaraan sebatas usia. Ujung akhir kehidupan adalah keniscayaan. Pengembaraan penuh corak turut memperindah dan memberi makna lain kehidupan kita, para penyintas kanker.

Sahabat CISC, ada banyak hal dalam kehidupan yang dapat kita kontrol. Namun, ada beberapa hal lain yang tidak selalu dapat kita kendalikan. Usia dan masa depan termasuk diantaranya. Tuhan adalah penentu. KepadaNya kita pantas berpasrah karena kita tahu Tuhan punya berbagai cara untuk membuat rangkaian hidup umatNya masing-masing menjadi indah.

Expect for the best and be prepared for the worst adalah satu rangkaian kata tak terpisahkan. Mengabaikan pengharapan akan membuat kita pesimistis dan kalah sebelum berperang. Lupa menyiapkan diri akan hal terburuk hanya akan menyisakan penyesalan di ujung jalan buntu. Kesatuan dan keseimbangan itulah yang membuat kita mampu menghadapi, menjalani dan melalui setiap rangkaian kesulitan dan kemudahan hidup dengan lebih iklas. Semangat, keyakinan positif dan kemauan keras untuk berupaya yang membumi dan realistis adalah kunci perjuangan melawan dan hidup dengan kanker. Have a nice and blessed day. Jakarta, 5 September 2009 Yuniko Deviana

3 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Hiiii……….
    Hebattttttttttt tulisan yang bagus! Begitu banyak pelajaran berharga yang kudapat darimu kawan….kakak….guruku sekaligus….
    Aku akan selalu kangen padamu. Cerita Riri tentang si Landak hua-ha-ha-ha….kalian luar biasa telah mencampuri darahku dengan warna-warni CISC. Tak tergantikan, meski di bleaching ha-ha-ha…Setiap kubuka folder foto-foto kita….rinduku menembus jarak antara Yogya-Jakarta.

  2. salam kenal.
    saya punya sedikit pengalaman, kunjungi :
    http://ocekojiro.wordpress.com/
    trimakasih.

  3. Hati yang gembira adalah Obat, semangat yang patah lemahkan tulang.
    Jadi pilih yang mana ? terserah anda……
    Yuniko Deviana sdh panjang lebar memaparkannya dengan baik.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: