Pengobatan Personal Kanker

March 27, 2011 at 9:11 am | Posted in KIRIM ARTIKEL | 3 Comments

Seri Edukasi Umum

Berpacu dengan Waktu Melawan Kanker Melalui Pengobatan Personal

Terapi yang bersifat personal telah menjadi tren baru di dunia kedokteran. Apakah itu? Mungkin asing bagi kita untuk mencerna istilah PERSONALIZED TREATMENT. Arti treatment sangat luas, bukan hanya pengobatan melainkan mencakup pendekatan kesehatan lainnya termasuk mengetahui risiko terkena penyakit, mengetahui beratnya penyakit, dan mengetahui dosis terbaik. Jadi istilah personalized treatment menerangkan pendekatan kesehatan yang bersifat personal.

Beberapa pertanyaan berikut ini akan mengantar Anda untuk lebih memahami personalized treatment. Anda mungkin pernah mengalami sakit yang sama dengan teman anda. Anda dan teman menerima obat yang sama dengan dosis yang sama, tapi mengapa Anda sembuh sedangkan teman Anda tidak? Atau, misalnya anda dan kakak anda sama-sama menerapka gaya hidup sehat, bahkan kakak anda lebih rajin berolah raga, tapi mengapa kakak Anda terserang penyakit jantung sedangkan Anda tidak? Contoh yang lebih ekstrim adalah mantan presidenWinston Churchil dan mantan juara tenis Arthur Ashe, keduanya berkebangsaan Amerika Serikat. Mengapa Arthur Ashe yang bebas rokok, minuman keras dan bergaya hidup sehat terkena penyakit jantung di usia muda dibandingkan dengan Winston Churchil yang gaya hidupnya begitu kacau dengan alkohol, cerutu, dan posturnya yang gemuk tetapi lebih sehat?

Mengapa sebagian orang memberikan respons yang baik pada pengobatan dan sebagian lagi tidak? Lihatlah data di bawah ini! Ternyata ada sekitar 38 – 75% pasien yang tidak respons terhadap obat.

Mengapa bisa terjadi demikian? Manusia itu 99,9% identik pada tingkat DNA tapi perbedaan yang hanya 0,01% memberikan hingga 3 juta variasi antar individu. Variasi inilah yang menjelaskan perbedaan penampilan, perilaku, kerentanan terhadap penyakit, dan juga respons terhadap stimulus luar termasuk makanan dan obat.

Jadi, ONE SIZE DOES NOT FIT ALL. Satu obat tidak berarti cocok untuk semua orang. Satu dosis bukan berarti sesuai untuk semua orang. Semua bergantung pada gen!

Gen adalah unit dasar yang diturunkan. Gen membawa informasi yang menentukan sifat, karakter, bawaan, dan tampilan seseorang termasuk di antaranya respons terhadap faktor eksternal.

Seseorang dapat mempunyai variasi gen tertentu atau disebut juga polimorfisme sehingga ia lebih rentan terhadap penyakit tertentu. Atau seseorang bisa mengalami mutasi gen sehingga respons terhadap obat tertentu tidak lagi sama dengan seseorang yang tidak mengalami mutasi gen.

Jadi, konsep personalized treatment adalah periksalah gen Anda terlebih dahulu sebelum membuat keputusan medis. Manfaat pemeriksaan gen antara lain:
1. Menentukan resiko terjadinya suatu penyakit
2. Deteksi dini
3. Menentukan prognosis (berat ringannya) penyakit
4. Memprediksi respons terhadap obat sebelum obat diberikan
5. Menentukan dosis obat yang sesuai

Apakah pemeriksaan gen ini sudah dapat diterapkan untuk semua penyakit dan semua obat? Sayangnya belum. Masih banyak hal yang memerlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian di bidang genetik menjadi sangat menarik di dunia kedokteran karena dapat menjawab banyak pertanyaan yang saat ini masih belum semua terjawab.
Dari sekian banyak penyakit dan obat, penyakit dan obat kanker-lah yang sudah cukup banyak ditemukan pola gennya.

Gen BRCA 1 dan 2 misalnya. Apabila terdapat mutasi di salah satu dan/atau kedua gen tersebut, maka seseorang kemungkinan besar akan menurunkan resiko kanker payudara kepada anak cucunya. Atau dengan kata lain, apabila mutasi gen BRCA1 dan/atau 2 terjadi pada seseorang yang masih sehat, maka ia harus lebih waspada karena resiko terkena kanker payudara menjadi lebih besar.

Contoh lain adalah peran pemeriksaan genetik untuk deteksi dini pada kanker leher rahim. Infeksi virus Human Papiloma Virus (HPV) sangat erat kaitannya dengan perkembangan kanker leher rahim, sehingga deteksi gen virus HPV menjadi sangat penting. Apabila hasil pemeriksaan positif, maka resiko terkena kanker leher rahim menjadi lebih tinggi. Waspada dan agresif dalam pengobatan harus dilakukan untuk mengatasi resiko terkena kanker.

Adanya mutasi gen pada seseorang dapat diartikan bahwa penyakitnya lebih buruk. Misalnya, mutasi gen BRAF menandakan prognosis buruk kanker usus besar atau ekspresi berlebih reseptor HER2 menandakan prognosis kanker payudara lebih buruk. Dokter dapat mengambil tindakan yang lebih agresif atau meminta pasien untuk kontrol lebih sering.

Adanya perubahan pada gen tertentu dapat juga merupakan kabar baik bagi pasien. Meskipun prognosisnya kurang baik, pasien dengan ekspresi berlebih HER2 memberikan respon yang baik pada obat trastuzumab. Contoh lain, adanya mutasi gen EGFR pada penderita kanker paru jenis non-small cell menandakan pasien tersebut akan memberikan respons yang lebih baik dengan pengobatan jenis Tyrosine Kinase Inhibitor (TKI) seperti gefitinib dan erlotinib. Sebaliknya, mutasi gen KRAS pada penderita kanker usus besar menandakan bahwa pasien tersebut kurang memberikan respons pada obat cetuximab.

Dengan kata lain, apabila kita mengetahui terlebih dahulu mengenai pola gen yang kita miliki, maka kita dapat mengetahui langkah selanjutnya. Bayangkan apabila pasien langsung diberikan obat tanpa melalui pemeriksaan genetik yang diperlukan. Apabila pasien tersebut termasuk kategori non-responder, maka akan sia-sialah pengobatan yang diberikan. Selain tidak bermanfaat serta menderita efek samping, juga membuang biaya dan waktu. Ingat, waktu tidak dapat dibeli, apalagi bagi penderita kanker dimana waktu sangat berharga.

(Courtesy article from Kalgen)

3 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. bagaimana pemeriksaan genetik ini dilakukan ? di Indonesia apakah sdh ada RS yg dapat melakukan pemeriksaan genetik ?

    • PT Kalgen bisa melakukan beberapa test genetik di Indonesia (Jakarta). Silakan tanyakan ke dokter onkologi yang menangani pasien untuk menentukan jenis test yang paling pas. Bisa hub Kalgen di 021 47860173.

      Salam CISC, YD

  2. hai..saudara semua..!! ibuku terkena tumor STT di paha, jenis masenkimal..mungkin ini termasuk tumor ganas..terdeteksi setelah berukuran lebih dari 10cm sehingga dokter menyarankan amputasi, ibu saya keberata, akhirnya sampai sekarang tumornya semakin membesar..bahkan diatas nya sudah timbul luka borok kulitnya pecah dan daging tumornya keluar,..kondisinya mengerikan ..kami semua bingung harus bagaimana..obat tradisional sudah kami berikan seperti rebusan daun sirsak. tapi belum menunjukan hasil…mungkin ada info agar kondisi ibu saya dapat lebih baik.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: